Total Tayangan Halaman

Rabu, 09 November 2011

CELAKA BAGI PENGUMPUL HARTA


بسم الله الرحمنٰ الرحيم
الحمدُلله ولا حول ولا قوة الا بالله. والصلاة والسلام على سيدنا محمد واٰله وصحبه

وأنفقوا فى سبيل الله ولاتلقوا بأيديكم إلى التهلكة وأحسنوا إن الله يحب المحسنين
Al murod:   “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Alloh swt.,dan janganlah menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Alloh swt menyukai orang-orang yang berbuat baik”(Q.s. Albaqoroh ayat 195)
Hudzaifah r.a. berkata bahwa yang dimaksud dengan janganlah menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan adalah tidak mau menginfaqkan harta di jalan Alloh karena takut miskin.
Dhahhak bin jubair r.a berkata bahwa orang-orang ansor selalu membelanjakan harta di jalan Alloh swt dan selalu bersedekah. Pernah suatu ketika, pada saat terjadi kelaparan selama setahun, pikiran mereka menjadi kalut sehingga mereka tidak mau menginfaqkan harta di jalan Alloh swt. Terhadap peristiwa inilah ayat tersebut diturunkan.
ويسىٔلونك ما ذا ينفقون قل العفو
Almurod: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) apa yang mereka infaqkan. Katakanlah:   العفو   (yang lebih dari keperluan).” (Q.s. Albaqoroh; 219).
Ibnu Abbas r.a berkata: “  العفو  adalah harta yang berlebih setelah dinafkahkan kepada keluarga.”
Sebagian ulama mengatakan yg dimaksud العفو  adalah mudah,yakni menginfaqkan hartanya dengan mudah, sehingga setelah menginfaqkan harta tidak menjadi susah,yakni menyulitkan kehidupannya didunia,dan karena mengabaikan hak orang lain (yang menjadi tanggung jawabnya) ia akan mengalami penderitaan di akhirat.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a bahwa ada orang-orang yang yang selalu bersedekah denga berlebih hingga tidak ada sisa untuk makan bagi dirinya sendiri, sehingga orang lain harus memberikan sedekah untuknya. Ayat tersebut turun sehubungan adanya peristiwa ini.
Dalam sebuah chadist diterangkan bahwa ketika ayat من جاء بالحسنة فله عشر أمثلها
( Siapa yang melakukan kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kali lipat) diturunkan,maka Rosulloh saw berdoa: “Ya Alloh, lebihkanlah pahala bagi umatku lebih banyak lagi.” Maka kemudian turunlah ayat:
من ذا الذى يقرض الله قرضا حسنا فيضٰعفه له أضعافا كثيرة والله يقبض ويبسط وإليه ترجعون
Al murod: “Siapakah yang mau memberikan pinjaman kepada Alloh pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya dijalan Alloh), maka Alloh swt akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan berlipat ganda. Dan Alloh swt yang menyempitkan dan melapangkan (rizqi), dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan.” (Al-Baqoroh: 245)
Menginfaqkan harta di jalan Alloh swt diibaratkan seperti memberi pinjaman. Jika pinjaman pasti akan dikembalikan, demikian pula halnya dengan membelanjakan harta dijalan Alloh, orang yang membelanjakan hartanya pasti akan memperoleh pahala dan balasan dari Alloh.
Banyak sekali Ayat-ayat AL-Quran yang menyuruh kita menginfaqkan harta di jalan Alloh. Maka tidaklah samar lagi keutamaannya.
Apalagi jika harta kita ,kita nafaqohkan untuk sesuatu yang tahan lama, misal untuk membangun TPQ ataupun Masjid. Selama TPQ itu digunakan, maka penginfaq (penyumbangnya) selalu mendapat pahala. Pahala ini akan terus mengalir pada penginfaqnya. Walaupun penginfaqnya telah wafat. Inilah kenapa disebut amal جارية (yang mengalir).
Kebalikannya, dalam surat AL_Humazah diterangkan:
ويل لكل همزة لمزة
Almurod:
“Kecelakaan besarlah (ada yang ngartikan: Neraka wel) bagi setiap همزة لمزة
Siapakah همزة لمزة ? Dalam ayat selanjutnya diterangkan;
الذي جمع مالا وعدده
AL-Murod:
“Yang mengumpulkan harta dan menghitung hitungnya.”
Jujur ataupun tidak, kita suka menghitung hitung harta. Gajian satu bulan 1 juta, dikumpulkan selama 5 bulan, dihitung jadi 5 juta, kelak bisa untuk beli tanah seharga 20 juta, berati kurang 15 jt,dll. Maka, kita menabung untuk masa depan ataupun untuk sebuah cita-cita; membeli tanah ladang, rumah, mobil, motor dll. Tanpa terasa,kita menjadi kikir, pelit, tidak mau menafkahkan harta dijalan Alloh swt. Orang orang yang seperti ini, mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, oleh Alloh di siapkan tempat di neraka Wel. YA, Neraka wel bagi orang-orang yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Apakah harta akan bisa menolong di aherat kelak? Apakah harta dibawa mati?
Hanya harta yang dinafaqohkan dijalan Allohlah yang bisa menolong di ahirat.  Bukan harta yang ditinggal mati dan dibagi-bagi untuk anak,bahkan ada yang diperebutkan oleh anak anak si mati, bahkan ada yang digunakan untuk kemaksiatan. Kelak si mati akan menangis pilu karena menyesal, kenapa didunia hartanya tidak dinafaqohkan di jalan ALLOH. Ketika si mati menangis pilu, siksa kubur dan siksa nerakapun semakin menyiksa dohir batinnya...

Kamis, 27 Oktober 2011

DZULHIJJAH YANG MULIA



KEUTAMAAN BULAN DZIL HIJJAH


 بسم الله الرحمن الرحيم

والفجر وليال عشر والشفع والوتر والليل إذا يسر هل فىى ذٰلك قسم لذى حجر...  الأية
  

Artinya: "Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan demi yang ganjil, demi malam bila telah lewat, apakah dalam yang demikian itu ada sumpah bagi orang yang berakal..."  (al ayah)
Dari Hasan Bin Aly dia berkata: “Apa bila engkau masuk ke masjid, maka bersalamlah kepada Nabi ‘alaihish sholatu wassalam, karena sesungguhnya Rosululloh ‘alaihi sholatu wassalam telah bersabda: “Janganlah kamu sekalian menjadikan rumahku Hari raya, dan jangan pula kamu sekalian menjadikan rumah rumahmu sebagai kuburan, bahkan bacalah olehmu sekalian sholawat untuk saya dimanapun kamu sekalian berada. Karena sesungguhnya solawatmu itu sampai kepada saya”.”

Sobat,,telah datang bulan yang dimuliakan Alloh ‘azza wajalla yaitu bulan Dzil hijjah. Diriwayatkan:  “ Sungguh Alloh ta’ala telah memilih tiga sepuluh dari satu tahun; 
1. Sepuluh hari terahir dalam bulan romadhon.
2. Sepuluh hari Bulan Dzilhijjah (bulan kurban), karena didalamnya terdapat        hari tarwiyah , hari ‘arofah dan hari kurban.
3. Sepuluh hari bulan muharrom. Karena didalamnya terdapat berapa berkah dari ‘asyuro.

Dalam sebuah chadist:
من صام يوم عرفة من ذى الحجة كتب الله تعالى له صيام ستين سنة. وكتبه الله من القانتين

Al murod: “Barang siapa berpuasa di hari ‘arofah dari bulan dzilhijjah, maka Alloh ta’ala mencatat baginya pahala puasa enam puluh tahun, dan dicatat oleh Alloh termasuk golongan orang orang yang bertaat.”

Sabda Nabi Ashsholatu ‘alaihi wassalam
ما من ايام احب الى الله ان يعبد فيها من عشر ذى الحجة يعدل صوم كل يوم منها صيام سنة وقيام كل ليلة منها قيام ليلة القدر
Almurod: “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai oleh Alloh dikala Dia disembah dari pada sepuluh hari pada bulan Dzilhijjah; berpuasa setiap hari dari padanya sebanding dengan puasa setahun. Dan berdiri mengerjakan sholat setiap malam dari padanya sebanding dengan solat pada malam lailatul qodar.”

Dalam sebuah chadist diterangkan bahwa Nabi Musa as berkata: “Wahai Tuhanku, aku telah berdoa dan Engkau belum mengabulkan do’aku; maka berilah aku suatu ilmu untuk berdoa kepadamu.”
Alloh memberi wahyu: “Hai musa,apabila kamu telah masuk dalam hari hari yang sepuluh dari bulan dzilchijjah, bacalah: لا اله الا الله (tidak ada Tuhan kecuali Alloh), maka aku kabulkan hajatmu”.
Kata Musa as(Biasa pemimpin bani israel waktu itu jg suka bertanya,ndebat): “Tuhanku, semua hambaMu sudah membacanya”.
Firman Alloh: “ Hai musa, barang siapa membaca لا اله الا الله pada hari ini (hari sepuluh dzulhijjah) sekali saja , sekiranya 7 langit dan 7 bumi diletakkan dipiring timbangan dan لا اله الا الله dipiring yang satunya, niscaya dia لا اله الا الله itu lebih berat dan berbobot mengalahkan semuanya”.


Dalam sebuah hadist yg panjang ( ora tek tulislah,kesel jg,trus lama) almuroduh:

“ Diriwayatkan oleh ibnu Abbas dari Nabi SAW,bahwa sesungguhnya beliau bersabda:
 ” Hari disaat mana Alloh mengampuni Nabi Adam as adalah hari pertama bulan dzulhijjah, barang siapa berpuasa hari itu maka Alloh mengampuni segala dosanya.

Pada hari ke 2, الله تعالى   mengabulkan doa Nabi Yunus as dan mengeluarkannya dari perut ikan. Siapa  saja yang puasa di hari itu maka seperti orang yang beribadah kepada  الله تعالى selama satu tahunserta tidak mendurhakai  الله تعالى  dalam ibadahnya meskipun sekejap mata.

Pada hari ke 3;  الله تعالى mengabulkan doa Nabi Zakariya as. Siapa saja yang puasa di hari itu, maka  الله تعالى mengabulkan doanya.

Pada hari ke 4; Nabi Isa as dilahirkan. Siapa saja yang berpuasa pada hari itu maka  الله تعالى menghilangkan kesusahanya dan kefakirannya, dan dia kelak di hari kiamat bersama orang orang yang pergi yang baik baik dan yang sama mulia.

Hari ke 5; Nabi musa as dilahirkan. Siapa saja yang berpuasa di hari ini, maka  الله تعالى membebaskan dia dari kemunafikan dan siksa kubur.

Pada hari ke 6;   الله تعالى telah membuka kebaikan untuk NabiNya. Siapa yg berpuasa di hari itu maka الله تعالى memperhatikannya denga kasih sayang dan dia tidak disiksa sesudah itu.

Pada hari ke 7;  Semua Pintu jahannam ditutup dan tidak dibuka sehingga berlalu hari yang sepuluh itu. Siapa yg berpuasa dihari tersebut, maka الله تعالى menghindarkan daripadanya tiga puluh pintu kesukaran dan membukakan baginya tiga puluh pintu kemudahan.

Pada hari ke 8 dinamakan Hari Tarwiyah. Siapa puasa dihari ini maka diberi pahala yang hanya diketahui oleh  الله تعالى  sendiri.

Pada hari ke 9 dinamakan hari ‘Arofah. Siapa berpuasa dihari ini maka sebagai tebusan dosanya pada tahun yang telah lewat dan yang akan datang. Dan pada hari itu juga telah diturunkan ayat: “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan Aku sempurnakan pula nikmatKu kepadamu”.

Pada hari ke 10; Siapa saja yang berkurban dengan suatu kurban, maka mulai tetesan tetesan darah yang terjatuh di tanah, الله تعالى mengampuni semua dosanya dan dosa dosa keluarganya, dan siapa saja yang memberi makan orang mu’min atau bersedekah dengan suatu pemberian, maka الله تعالى membangkitkannya pada hari kiamat dengan selamat dan timbangannyapun menjadi lebih berat dari pada gunung uhud.”


Qola Sunan: “ Sungguh banyak lagi riwayat yang belum ingsun tulis, nanging ingsun cukupke semanten. Marilah kita berpuasa walau hanya satu hari saja dihari yg utama tadi. Semoga bermanfaat. Amin.”


Senin, 24 Oktober 2011

BERAPA LAMAKAH KITA HIDUP DIDUNIA???


بسم الله الرحمن الرحيم





ويستعجلونك بالعذاب ولن يخلف الله وعده وإن يوما عند ربك كألف سنة مما تعدون

47. dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu. Surat Al hajj ayat 47.

Sehari di sisi Alloh adalah seribu tahun menurut hitungan kita mausia. Seribu tahun menurut kita manusia cuma satu hari saja disisi Alloh. Itu berarti, 1 jam disisi Alloh menurut hitungan manusia adalah 83,33 tahun. Karena 1 hari itu 12 jam, kalau 1 hari 1 malam baru 24 jam. Jadi menghitungnya, 1000 : 12. 
Begitu juga alam malakut yg dihuni para malaikat, 1 hari disana kalau menurut hitungan kita ya 1000 tahun.

Padahal hidup kita paling paling cuma 65 tahun sudah awet tuh,,he he he.. Ayo siapa yang mau hidup 100 tahun? Kayaknya ogah,soalnya cuma jadi ngerepoti orang lain. Jika hidup kita cuma 65 tahun trus mati, itu berarti menurut para malaikat kita cuma hidup gak ada 1 jam. Tidak ada 1 jam,coy. Bayangkan , kita hidup tidak ada 1 jam. Cuma beberapa menit, paling cuma 45 menit. Ya, betul 45 menit. 

Di hidup kita yang sementara ini, yaitu cuma 45 menit, kadang kita tidak sabar. Kita berontak, yang diberi miskin, pengin kaya sampai menyembah demit jin dan mengorbankan anak dan diri sendiri, yaitu setelah mati jadi pengikut demit dan jadi budaknya. 
Ada lagi yang pengen mati dengan bunuh diri karena tidak sabar menghadapi cobaan hidup.
Mungkin jika malaikat punya nafsu akan mengolok olok manusia ini: " wong - wong, urip mung gari 20 menit bae wis ora sabar. Ha ha ha.."
Becanda ki, ya tentu malaikat ga kan menghina, beda dengan kita manusia yang suka menghina orang lain karena punya nafsu dan karena kita BODOH.

Yang lebih dasyat lagi, hidup yang cuma 45 menit ini jika kita tergelincir ke lembah dosa, hukumannya adalah ribuan tahun di neraka ( di neraka 1 hari tu, sama dengan 1000 tahun juga), bahkan ada yang kekal di neraka. Na'udzu billah.

واولىٕك اصحاب النار هم فها خالدون : Dan mereka (orang kafir) adalah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya. Ali imron ayat 116.


 Ya sudah, karena kita pernah syahadat waktu nikah dulu, dan selalu berbuat baik pada orang lain, tidak pernah nyakiti orang, tidak pernah menggunjing orang ( gak tau ngrasani), tak pernah nyuri apalagi korup, Maka Alloh SWT berbaik hati, cuma menghukum di neraka 1 hari saja. Alangkah malang nasib kita 45 menit menjalani hidup (Protes: waktu kecil udah lupa, gak merasa hidup, q merasa hidup sejak umur 10 tahun. Jawab: ya berarti ente cuma merasa hidup 38 menit), di balas 1 hari di neraka yang sama dengan 1000 tahun.

Apakah anda yakin cuma akan dihukum satu hari saja oleh Alloh?
Ada sebuah chadist sohih yang bisa kita jadikan tolak ukur seberapa lama kita di neraka kelak. Sabda Nabi:
من قبل غلاما بشهوة عذبه الله تعالى فى النار ألف سنة

Artinya: Siapa saja yang mencium anak muda dengan syahwat, maka Alloh menyiksanya di dalam neraka seribu tahun.

Mencium dihukum 1000 tahun di neraka. Lah kalau yang lain lain, misal nyuri yang jelas merugikan orang lain dengan harta jadi berkurang, atau mabok yang jelas - jelas dilarang oleh agama, pemerintah, orang tua dll, atau kita males solat yang jelas itu perintah Alloh, Perintah rosul, perintah ortu, perintah guru perintah negara.(upz,berapa perintah yg ente langgar tuh !)

Jangan fatalkan tindakan kita. Yang sudah, sudahlah, karena kita bodoh. Tapi kedepan perbaikilah langkah jangan sampai tergelincir ke lembah dosa lagi. Maka Alloh dengan sifat kasih sayangnya akan mengampuni dosa kita. Ya kalau pun Tidak diampuni, mampir ke nerakanya 1 hari aja lah.... 

Ingat, menurut perhitungan Alloh dan Malaikat, kita hanya hidup beberapa menit TOK.