Total Tayangan Halaman

Kamis, 29 September 2011

SAKITNYA KEMATIAN

Mungkin desahan nafas tidak pernah dirasakan,detakan jantung tak pernah dihiraukan...
Hidup untuk menggapai kepuasan tanpa tahu apakah itu kepuasan?
Kesana kemari yg dicari adalah uang , materi.
Menuruti keinginan-keinginan duniawi..

Sebenarnya apakah yang kita cari?
Mau dibawa kemana Raga dan jiwa ini? {upz,,kaya nyanyian anak2: mau dibawa kemana hubungan..}
Dari bayi orok,anak2,remaja,dan sekarang dewasa,dan kelak tua renta,,
Mau apa lagi sang tua renta?{pembaca ada yang jawab ni: Mati}

Kematian yang sangat menyakitkan. Bagaimana tidak? Saat seorang sudah mencintai sesuatu,tentu akan merasa berat meninggalkan sesuatu itu. Rasa berat ini semakin menyayat hati tatkala rasa cinta itu semakin besar. Contoh mudah;
jika kita punya hewan piaraan yang kita sayangi misal burung,ikan,ayam jago dll,dan suatu ketika kita harus pergi keluar kota untuk tugas selama 1 tahun. Bagaimana perasaan kita,tentu dlm benak kita akan timbul kehawatiran: "siapa yang merawat piaraanku... Bagaimana jika yang merawat salah memberi makan,bisa mati ikan hiasku...".
Ini baru hewan piaraan,dan cuma 1 tahun meninggalkan rumah. Bagaimana jika yg kita tinggalkan adalah anak istri kita,harta kita,dan orang orang yg kita sayangi. Dan kita tinggalkan untuk selamanya?
(Jauh amat ente bayanginnya. Itu tu si gadis diputus oleh pacarnya aja udah nangis berjam2.{ada yg bunuh diri?}). Betul,karena sakit dihati itu lebih menyakitkan daripada sakit di raga.{Kaya nyanyiannya kakek Megy Z,,he he he...}. Entar dulu,kematian bukan hanya menyayat hati dengan sakitnya perpisahan dengan yang dicintai tapi juga menyakitkan Raga. Dalam kitabnya yang masyhur(terkenal) di seluruh jagad,yaitu "Ichya 'ulumiddin",Imam Ghozaly menuliskan:
"Ketahuilah,sesungguhnya sakitnya kematian tidak dapat diketahui dengan nyata kecuali oleh orang yang telah  mengalaminya(merasakannya) sendiri.  Dan orang yang belum mengalami kematian dapat mengetahui sakitnya kematian dengan jalan kias,dan jg bisa dengan menyaksikan orang yang sedang sekarat pati. Adapun kiasnya adalah: Sesungguhnya anggota badan yang tidak ada ruh didalamnya maka anggota badan tersebut tidak merasakan sakit. Maka ketika ada ruh di dalamnya, yang merasakan sakit adalah ruh. Ketika salah satu anggota badan tekena luka benda tajam ataupun luka bakar maka menjalar efeknya kepada ruh. Dengan kadar menjalarnya ,ruh merasakan sakit. Sesuatu yg menyakitkan ini terberai ke kepada kulit,daging,darah,otot dan lainya,maka yang mengenai ruh hanya sebagian saja. Nah,jika sesuatu yang menyakitkan ini hanya mengenai ruh saja,tidak terberai keselain ruh, maka alangkah sakit dan pedihnya ruh merasakanya. Dan sakarotul maut diibaratkan dengan sesuatu yg menyakitkan yang hanya mengenai ruh,maka menyebarlah rasa sakit ke seluruh anggota badan  sehingga tidak tersisa sedikitpun bagian ruh yang tersebar diseluruh badan kecuali menjadi tempat rasa sakit nan pedih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar