Diterangkan bahwa Malaikat
juru pati itu disertai 70 Malaikat Rahmat dan 70 Malaikat Siksa.. Apabila dia
mencabut ruh seorang mu’min, maka ruh itu dia
serahkan kepada Para Malaikat Rahmat dan mereka memberi berita gembira
kepadanya dengan balasan surga dan pahala, kemudian
mereka membawanya ke langit sampai ke tempat derajat yang paling tinggi... Dan
apabila dia mencabut ruh seorang kafir, maka ruh itu
dia serahkan kepada para Malaikat Siksa kemudian mereka mengembalikan ruh itu
ke neraka Sijjin tempat yang palig dasar. (Mathaali’ul
Anwaar)
Dari Nabi
‘alaihish shalaatu wassalam beliau bersabda yang
artinya: “Kalau seandainya rasa sakit seutas rambut dari seorang mayyit itu ditaruh
di atas langit dan bumi, niscaya matilah penduduk langit dan bumi dengan izin
Allah ta’aalaa.. Karena tiap tiap rambut itu mengalami mati dan mati itu tidak
terjadi pada sesuatu melainkan mati pula bersama semua anggauta” .
Dikatakan
bahwa Malaikat juru pati itu mempunyai 4
wajah;
1.
Di atas kepalanya,
2.
Dimukanya,
3.
Dipunggungnya,
4.
Di dua kakinya.
Maka dia mencabut ruh para Nabi ‘alaihimush shalaatu wassalam dan
para Malaikat dengan wajah yang dikepala, mencabut ruh para mu’minin dengan
wajah yang didepan/dimuka, mencabut ruh para orang kafir
dengan wajah yang dipunggung dan mencabut ruh para jin dengan wajah yang di dua
tapak kakinya. Salah satu kakinya di jembatan neraka
jahim dan kaki lainnya di atas balai surga.
Dari besarnya Malaikat juru pati itu kalau sekiranya semua air di laut dan
diseluruh sungai dituangkan di atas kepalanya, maka tidak satu tetes air pun
yang terjatuh di atas bumi”. (Mathaali’ul Anwaar)
Diriwayatkan bahwa Nabi Isa AS telah menghidupkan beberapa orang
yang telah meninggal dunia dengan izin Alloh ta’ala maka kata sementara orang
kafir: “ Sungguh engkau telah menghidupkan orang orang yang telah mati apabila
mereka masih baru,mungkin mereka belum mati betul. Maka coba hidupkanlah untuk
kami orang yang telah mati pada zaman yang pertama dahulu!”
Jawab Nabi Isa AS: “pilihlah sekehendakmu!”
Kata mereka: ”Hidupkanlah untuk kami Sam bin Nuh!”
Maka Nabi Isa AS pun pergi ke kuburnya kemudian mengerjakan solat 2
rakaat dan berdoa kepada Alloh ta’ala. Dan Sam bin Nuh pun hidup kembali sedang
rambut kepala dan jenggotnya sudah memutih. Kata Nabi Isa AS: “Mengapa rambutmu
menjadi putih beruban seperti itu sedang pada masa mu dahulu belum terjadi?”
Kata Sam bin Nuh: “Saya telah mendengar panggilanmu dan saya kira
hari kiamat telah datang, maka sungguh rambut dan jenggot saya berubah menjadi
putih beruban, dari sebab resikonya hari kiamat”.
Kata Nabi Isa ‘AS : “Semenjak berapa tahun engkau meninggal?”
Jawab Sam bin Nuh: “Semenjak empat ribu tahun,maka belum hilanglah
rasa sakit sakarotul maut dan pedihnya”. (Durrotul Wa’izdiina).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar