Total Tayangan Halaman

Kamis, 20 Oktober 2011

RENUNGAN

·       Assalamu’alaikum wr wb

           Hadirin....,Terjemahnya besok lagi InsyaAlloh ta’ala, sekarang kita adakan perenungan sedikit .
·       Dalam menjalani kehidupan ini kita diberi waktu 24 jam dalam sehari. Berapa banyakkah yang kita gunakan untuk kepentingan yang abadi? Berapa jamkah yag kita gunakan untuk beribadah? Ada sebagian orang yang menjalankan solat selama 5 menit  x 5 solat fardlu = 25 menit. Ada yang solatnya 10 menit x 5 solat fardlu = 50 menit.
·       Ada yang 15 x 5 = 75 menit.
·       Waktu 24 jam = 1.440 menit.

·       Jika kita menggunakan waktu kita 75 menit husus untuk Alloh, maka sisa waktu kita masih 1.365 menit. Untuk apa sajakah waktu panjang ini?
·     
       Satu ketika Almaghfur Gus Ahmad Dhiyauddin pernah berkata pada saya(penulis): “Nek kakehen waktu lah.. malah ora due waktu  ya,yus...??” (jika mempunyai banyak waktu, maka --yang terjadi hakikatnya— tidak mempunyai waktu). Bertahun tahun qoul Abah Mad (sapaan untuk Gus Ahmad Dliyauddin) ini hanya bisa diingat, kepahaman datang kepada pendengar jauh hari setelah perkataan disampaikan.  Semakin banyak waktu yang untuk kita, yang kita gunakan selain untuk beribadah, maka hakikatnya semakin sedikit waktu kita untuk berduaan dengan Alloh swt.
·        
     Abah Mad Adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftachul ‘Ulum Lirap. Atau juga di sebut Asrama Pesantren Shorof Nahwu (APSN) “Miftachul ‘Ulum”. Pesantren yang menghususkan mempelajari Ilmu Nahwu Shorof sampai mahir. Beliau Lahir tgl 9 September 1963 dari pasangan KH. Durmuji Ibrohim dan Nyai H. ‘Aliah. Abah Mad telah wafat pada malam jum’at tgl 28 Juli 2011. Beliau dimakamkan di samping makam KH. Durmuji Ibrohim di utara Masjid APSN Lirap. Beliau meninggalkan 6 putri dan 1 putra. Si Sulung(yang terbesar) baru kelas 3 SLTP. Taghommadallohu sirrohu.
·        
     InsyaAlloh biografi beliau kita muat di lain kesempatan,amin.
·       Wassalamu’alaikum wr wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar