· Assalamu’alaikum
wr wb
Hadirin....,Terjemahnya
besok lagi InsyaAlloh ta’ala, sekarang kita adakan perenungan sedikit .
· Dalam menjalani
kehidupan ini kita diberi waktu 24 jam dalam sehari. Berapa banyakkah yang kita
gunakan untuk kepentingan yang abadi? Berapa jamkah yag kita gunakan untuk
beribadah? Ada sebagian orang yang menjalankan solat selama 5 menit x 5 solat fardlu = 25 menit. Ada yang
solatnya 10 menit x 5 solat fardlu = 50 menit.
· Ada yang 15 x 5
= 75 menit.
· Waktu 24 jam =
1.440 menit.
· Jika kita
menggunakan waktu kita 75 menit husus untuk Alloh, maka sisa waktu kita masih
1.365 menit. Untuk apa sajakah waktu panjang ini?
·
Satu ketika
Almaghfur Gus Ahmad Dhiyauddin pernah berkata pada saya(penulis): “Nek
kakehen waktu lah.. malah ora due waktu
ya,yus...??” (jika mempunyai banyak waktu, maka --yang terjadi
hakikatnya— tidak mempunyai waktu). Bertahun tahun qoul Abah Mad (sapaan untuk
Gus Ahmad Dliyauddin) ini hanya bisa diingat, kepahaman datang kepada pendengar
jauh hari setelah perkataan disampaikan. Semakin banyak waktu yang untuk kita, yang
kita gunakan selain untuk beribadah, maka hakikatnya semakin sedikit waktu kita
untuk berduaan dengan Alloh swt.
·
Abah Mad Adalah
pengasuh Pondok Pesantren Miftachul ‘Ulum Lirap. Atau juga di sebut Asrama Pesantren
Shorof Nahwu (APSN) “Miftachul ‘Ulum”. Pesantren yang menghususkan mempelajari
Ilmu Nahwu Shorof sampai mahir. Beliau Lahir tgl 9 September 1963 dari pasangan
KH. Durmuji Ibrohim dan Nyai H. ‘Aliah. Abah Mad telah wafat pada malam jum’at
tgl 28 Juli 2011. Beliau dimakamkan di samping makam KH. Durmuji Ibrohim di
utara Masjid APSN Lirap. Beliau meninggalkan 6 putri dan 1 putra. Si
Sulung(yang terbesar) baru kelas 3 SLTP. Taghommadallohu sirrohu.
·
InsyaAlloh
biografi beliau kita muat di lain kesempatan,amin.
· Wassalamu’alaikum
wr wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar