Total Tayangan Halaman

Kamis, 13 Oktober 2011

HIKMAH DIBALIK UJIAN


Hikmah di Balik Ujian
Alloh swt. Menguji hamba-hambanya agar mareka ingat untuk kembali kepada-Nya sebelum kesempatan itu berlalu begitu saja. Alloh swt. berfirman yang artinya: “Dan Kami tidak timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Az-Zukhruf:48)
Maka yang demikian merupakan bentuk kecintaan dan rahmat Alloh bagi mereka yang bermaksiat. Alloh berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu. Kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Alloh) dengan tunduk merendahkan diri.” (Al-An’am: 42)
Alloh menguji manusia dengan cara demikian agar mereka bersih dari segala dosa selama di dunia sebelum mereka sampai ke hari akhirat dan dibersihkan dengan api neraka. Jika dibandingkan antara ujian di dunia dengan azab di neraka, manakah di antaranya yang lebih ringan? Bukankah Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Tidakkah satupun musibah yang menimpa seorang muslim, ataupun cobaan, kegelisahan, kesedihan, kegundahan bahkan duri yang menusuknya melainkan dalam keadaan tanpa dosa.” (HR. Muttafaq ‘Alaih)  Beliau juga bersabda: “ Jika seseorang senantiasa diuji dengan jiwa, anak dan harta, melainkan ia menemui Alloh dalam keadaan tanpa dosa.” (HR.turmudzi dari Abu Hurairah)
Namun Alloh juga memberikan ujian-Nya terhadap hamba-Nya yang taat sebagai wasilah bagi-Nya untuk mengangkat derajat mereka di surga. Kenepa demikian? Karena amalan mereka tidak mungkin mencukupi untuk sampai pada derajat setinggi itu. Oleh karena itu ujian merupakan salah satu sarana untuk memperlihatkan pada Alloh akan penghambaan mereka, kefakiran, ketundukan, dan lain sebagainya. Sifat-sifat tersebut tidak akan terlihat dari mereka kecuali dengan cara ini.
Ketehuilah bahwa seluruh perbuatan Alloh itu tidak keluar dar pertimbangan keadilan. Seluruh perkataan-Nya jujur sebab tidak ada pengganti dari kalimat-Nya. Dia menguji hamba-Nya dengan tujuan:
“Supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.” (Yunus: 14)
Ujian yang menimpa mereka merupakan suatu hal yang dapat meninggikan posisi mereka serta mengangkat derajat mereka. Selain itu ujian tersebutlah yang akan menjadikan mereka hambahamba yang sabar, ridha, bersyukur, bertawakal, menyerahkan urusan kepada Alloh, dan lain sebagainya. Apabila mereka melalui ujian yang ada dengan penuh kesabaran, maka akan terhapuslah segala kesalahan dan segala kelalaian yang telah berlalu sehingga mereka bertemu dengan Alloh swt. dalam keadaan besih dan ganjaran mereka lebih sempurna serta pahala mereka berlipat ganda.
Alloh swt tidaklah menimpakan sebuah ujian kepada hamba-Nya melainkan Dia mencintainya dan ingin melihat bagaimana ia tunduk di hadapan-Nya.(Al-Mahabbah li Junaid/ 73) Sebagian orang tidak suka dengan turunnya hujan sebab ia dapat menimbulkan bencana. Namun pada dasarnya hujan merupakan rahmat bagi manusia.Sebab dengan hujan tumbuh-tumbuhan bisa hidup dan makhluk lainnya bisa berkembang biak. Tindakan Alloh swt dengan menurunkan hujan bukan berarti Dia tidak memahami terhadap apa yang dirasakan oleh sebagiab hamba-Nya. Akan tetapi Alloh ingin mewujudkan maslahat umum bagi manusia dengan menetapkan beberapa keputusan meski keputusan berujung dengan terjadinya banjir dan lain sebagainya. Biarpun secara kasat mata ujian begitu menyusahkan dan menyengsarakan, tapi di baliknya pasti ada rahmat yang begitu banyak. Alloh berfirman: “Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu  padahal Alloh menjadikan kepadanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa’: 19)

Post by Retno S.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar