Hikmah di Balik Ujian
Alloh swt. Menguji hamba-hambanya
agar mareka ingat untuk kembali kepada-Nya sebelum kesempatan itu berlalu
begitu saja. Alloh swt. berfirman yang artinya: “Dan Kami tidak timpakan kepada
mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Az-Zukhruf:48)
Maka yang demikian merupakan bentuk kecintaan dan rahmat Alloh
bagi mereka yang bermaksiat. Alloh berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya
Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum kamu. Kemudian Kami
siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka
memohon (kepada Alloh) dengan tunduk merendahkan diri.” (Al-An’am: 42)
Alloh menguji manusia dengan cara demikian agar mereka bersih
dari segala dosa selama di dunia sebelum mereka sampai ke hari akhirat dan
dibersihkan dengan api neraka. Jika dibandingkan antara ujian di dunia dengan
azab di neraka, manakah di antaranya yang lebih ringan? Bukankah Rasulullah saw
bersabda yang artinya: “Tidakkah satupun musibah yang menimpa seorang muslim,
ataupun cobaan, kegelisahan, kesedihan, kegundahan bahkan duri yang menusuknya
melainkan dalam keadaan tanpa dosa.” (HR. Muttafaq ‘Alaih) Beliau juga bersabda: “ Jika seseorang
senantiasa diuji dengan jiwa, anak dan harta, melainkan ia menemui Alloh dalam
keadaan tanpa dosa.” (HR.turmudzi dari Abu Hurairah)
Namun Alloh juga memberikan ujian-Nya
terhadap hamba-Nya yang taat sebagai wasilah bagi-Nya untuk mengangkat derajat
mereka di surga. Kenepa demikian? Karena amalan mereka tidak mungkin mencukupi
untuk sampai pada derajat setinggi itu. Oleh karena itu ujian merupakan salah
satu sarana untuk memperlihatkan pada Alloh akan penghambaan mereka, kefakiran,
ketundukan, dan lain sebagainya. Sifat-sifat tersebut tidak akan terlihat dari
mereka kecuali dengan cara ini.
Ketehuilah bahwa seluruh perbuatan
Alloh itu tidak keluar dar pertimbangan keadilan. Seluruh perkataan-Nya jujur
sebab tidak ada pengganti dari kalimat-Nya. Dia menguji hamba-Nya dengan
tujuan:
“Supaya Kami
memperhatikan bagaimana kamu berbuat.” (Yunus: 14)
Ujian yang menimpa mereka merupakan suatu hal yang dapat
meninggikan posisi mereka serta mengangkat derajat mereka. Selain itu ujian
tersebutlah yang akan menjadikan mereka hambahamba yang sabar, ridha,
bersyukur, bertawakal, menyerahkan urusan kepada Alloh, dan lain sebagainya.
Apabila mereka melalui ujian yang ada dengan penuh kesabaran, maka akan
terhapuslah segala kesalahan dan segala kelalaian yang telah berlalu sehingga
mereka bertemu dengan Alloh swt. dalam keadaan besih dan ganjaran mereka lebih
sempurna serta pahala mereka berlipat ganda.
Alloh swt tidaklah menimpakan sebuah ujian kepada hamba-Nya
melainkan Dia mencintainya dan ingin melihat bagaimana ia tunduk di
hadapan-Nya.(Al-Mahabbah li Junaid/ 73) Sebagian orang tidak suka dengan turunnya
hujan sebab ia dapat menimbulkan bencana. Namun pada dasarnya hujan merupakan rahmat
bagi manusia.Sebab dengan hujan tumbuh-tumbuhan bisa hidup dan makhluk lainnya
bisa berkembang biak. Tindakan Alloh swt dengan menurunkan hujan bukan berarti
Dia tidak memahami terhadap apa yang dirasakan oleh sebagiab hamba-Nya. Akan
tetapi Alloh ingin mewujudkan maslahat umum bagi manusia dengan menetapkan
beberapa keputusan meski keputusan berujung dengan terjadinya banjir dan lain
sebagainya. Biarpun secara kasat mata ujian begitu menyusahkan dan
menyengsarakan, tapi di baliknya pasti ada rahmat yang begitu banyak. Alloh
berfirman: “Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Alloh menjadikan kepadanya kebaikan
yang banyak.” (An-Nisa’: 19)
Post by Retno S.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar