Dari Ibnu Umar r.huma., ia
berkata, “Aku bersama 10 orang (sahabat) dan aku adalah yang kesepuluh yang
telah mendatangi majelis Rasulullah saw. Seorang Anshar telah bertanya kepada
Nabi saw., “Siapakah orang yang paling bijak dan paling pndai di kalangan
manusia?” Nabi saw.menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat maut dan orang
yang paling banyak membuat persiapan untuk (kehidupan setelah) mati. Merekalah
orang orang yang paling bijak. Mereka memperoleh kemuliaan di dunia dan
kedudukan yang paling mulia di akhirat.” (H.r. Ibnu Abiddunya, Thabrani, Ibnu Majah,
At-Targhib).
Sabda Nabi saw: “Ingatlah kalian pada penghancur segala kelezatan.” Para sahabat bertanya: “Apakah penghancur segala
kelezatan itu?” Sabda Nabi saw: “ Almaut almaut almaut (kematian).” (Sohih fi Tanqichulqoul)
Orang yang sering mengingat maut tentunya terdorong untuk
mengurangi angan-angan, dan ia sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Mengingat maut juga menyebabkan manusia tidak mencintai dunia. Mengingat maut
akan menghalangi manusia dari mengumpulkan harta, lalu meninggalkan dunia.
Mengingat maut juga akan membantu dalam mengumpulkan simpanan untuk akhirat
kelak, dan ia akan menyebabkan untuk terus bertaubat dari dosa-dosanya. Apabila
seseorang sering mengingat maut, ia tidak akan menzhalimi orang lain dan
melanggar hak orang lain. Mengingat maut mengandung banyak manfaat. Sebuah
hadits meriwayatkan bahwa suatu ketika seorang pemuda bangun di Majelis Rasulullah
saw. dan bertanya,“Ya Rasululllah, siapakah orang yang paling pandai di
kalangan orang-orang yang beriman?”Nabi saw.menjawab, “Orang yang sering
mengingat maut dan melakukan persiapan
sebaik-baiknya sebelum maut menemuinya.” (Ithaf).
Betul sekali,orang yang pandai adalah orang yang memandang jauh
kedepan. Sangat banyak para orang-orang pencari harta,kekuasaan dan pangkat
kehormatan telah menuai sukses. Berapa tahunkah mereka menikmati kesuksesan
itu? 100 tahunkah? Setelah itu mereka MATI. (He he engkong ana aje Cuma 65 taun
dah wafat,,). Kepayahan yang sangat
hanya dinikmati untuk 100 tahun tentu itu namanya rugi. Sedang kehidupan ahirat
adalah kekal langgeng selamanya. (Insya Alloh perbandingan waktu antara dunia
dan ahirat kita bahas di artikel yang kemudian).
Apakah yang didapat setelah siSukses ini mati? Dimandikan pake
sabun kesehatan, disumpel hidungnya, mulutnya kupingnya, qubul duburnya pake
kapas, trus dipakaikan kain kafan 7 lapis. (Tahu sendiri sabun kesehatan n
kapas n kafan harganya berapa??). Hartanya tidak dibawa mati. Istri tercintany
juga Cuma nganter sampai kuburan saja. Anak-anaknya yang sangat disayang Cuma bilang:
“Sedihnya ayahku sudah meninggal” dengan Cuma menghantar ditepi liang lahat.
Hai kamu Si Sukses !! Kemana dunia yang kamu dulu cari-cari,kamu cintai.
Sekarang temanmu adalah kegelapan liang lahat ukuran panjang 170 cm lebar 50 cm
tinggi 50 cm , Bakteri tanah yang siap menggerogoti tubuhmu, Cacing tanah yang
siap memangsamu.. Dimana ranjang empukmu yang lebar? Dimana Teman-teman duniamu
yang suka bersenang-senang tertawa denganmu? Kesendirian dalam kuburan.... (Jujur
aja,Pembaca lewat kuburan dimalam hari tanpa teman aja merasa takut,ya ga coy?...
Besok atau kelak qt qt ni akan menginap disono,dikuburan,sendirian,sendirian,dibungkus
kafan,cacing sebagai teman,,,merayapi tubuh...menggelitik tubuh...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar