Total Tayangan Halaman

Rabu, 12 Oktober 2011

MENGINGAT MATI



Dari Ibnu Umar r.huma., ia berkata, “Aku bersama 10 orang (sahabat) dan aku adalah yang kesepuluh yang telah mendatangi majelis Rasulullah saw. Seorang Anshar telah bertanya kepada Nabi saw., “Siapakah orang yang paling bijak dan paling pndai di kalangan manusia?” Nabi saw.menjawab, “Orang yang paling banyak mengingat maut dan orang yang paling banyak membuat persiapan untuk (kehidupan setelah) mati. Merekalah orang orang yang paling bijak. Mereka memperoleh kemuliaan di dunia dan kedudukan yang paling mulia di akhirat.”  (H.r. Ibnu Abiddunya, Thabrani, Ibnu Majah, At-Targhib).
Sabda Nabi saw: “Ingatlah kalian pada penghancur segala kelezatan.”  Para sahabat bertanya: “Apakah penghancur segala kelezatan itu?” Sabda Nabi saw: “ Almaut almaut almaut (kematian).” (Sohih fi Tanqichulqoul)
Orang yang sering mengingat maut tentunya terdorong untuk mengurangi angan-angan, dan ia sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Mengingat maut juga menyebabkan manusia tidak mencintai dunia. Mengingat maut akan menghalangi manusia dari mengumpulkan harta, lalu meninggalkan dunia. Mengingat maut juga akan membantu dalam mengumpulkan simpanan untuk akhirat kelak, dan ia akan menyebabkan untuk terus bertaubat dari dosa-dosanya. Apabila seseorang sering mengingat maut, ia tidak akan menzhalimi orang lain dan melanggar hak orang lain. Mengingat maut mengandung banyak manfaat. Sebuah hadits meriwayatkan bahwa suatu ketika seorang pemuda bangun di Majelis Rasulullah saw. dan bertanya,“Ya Rasululllah, siapakah orang yang paling pandai di kalangan orang-orang yang beriman?”Nabi saw.menjawab, “Orang yang sering mengingat maut dan melakukan persiapan  sebaik-baiknya sebelum maut menemuinya.” (Ithaf).
Betul sekali,orang yang pandai adalah orang yang memandang jauh kedepan. Sangat banyak para orang-orang pencari harta,kekuasaan dan pangkat kehormatan telah menuai sukses. Berapa tahunkah mereka menikmati kesuksesan itu? 100 tahunkah? Setelah itu mereka MATI. (He he engkong ana aje Cuma 65 taun dah wafat,,).  Kepayahan yang sangat hanya dinikmati untuk 100 tahun tentu itu namanya rugi. Sedang kehidupan ahirat adalah kekal langgeng selamanya. (Insya Alloh perbandingan waktu antara dunia dan ahirat kita bahas di artikel yang kemudian).
Apakah yang didapat setelah siSukses ini mati? Dimandikan pake sabun kesehatan, disumpel hidungnya, mulutnya kupingnya, qubul duburnya pake kapas, trus dipakaikan kain kafan 7 lapis. (Tahu sendiri sabun kesehatan n kapas n kafan harganya berapa??). Hartanya tidak dibawa mati. Istri tercintany juga Cuma nganter sampai kuburan saja. Anak-anaknya yang sangat disayang Cuma bilang: “Sedihnya ayahku sudah meninggal” dengan Cuma menghantar ditepi liang lahat. Hai kamu Si Sukses !! Kemana dunia yang kamu dulu cari-cari,kamu cintai. Sekarang temanmu adalah kegelapan liang lahat ukuran panjang 170 cm lebar 50 cm tinggi 50 cm , Bakteri tanah yang siap menggerogoti tubuhmu, Cacing tanah yang siap memangsamu.. Dimana ranjang empukmu yang lebar? Dimana Teman-teman duniamu yang suka bersenang-senang tertawa denganmu? Kesendirian dalam kuburan.... (Jujur aja,Pembaca lewat kuburan dimalam hari tanpa teman aja merasa takut,ya ga coy?... Besok atau kelak qt qt ni akan menginap disono,dikuburan,sendirian,sendirian,dibungkus kafan,cacing sebagai teman,,,merayapi tubuh...menggelitik tubuh...)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar