Kelanjutan Makna SU_UL KHOTIMAH dari Kitab ICHYA hal 171.
Fain qulta (maka jika kamu berkata): “Apa yang telah engkau
terangkan (yaitu su_ul khotimah) itu menuntut
kesegeraan siksa neraka kepada si mati tidak lama setelah kematiannya. Maka bagaimana keadaan si mati, sedang siksa
neraka itu diakhirkan sampai datangnya kiamat dan masih ditunda dalam waktu
yang panjang ini?”
(Jawab Imam ghozali:) Ketahuilah ! Sungguh setiap orang
yang mengingkari siksa qubur,maka orang itu adalah ahli bid’ah dan terhalang
dari cahaya Alloh ta’ala dan dari cahaya Al Qur_an dan dari cahaya iman. Bahkan
qoul yang sohih menurut Orang-orang yang
mempunyai bashiroh (penglihatan hati) adalah apa yang disohihkan oleh beberapa
Chadist. Chadistnya adalah: “Sungguh liang lahat itu adakalanya merupakan
lubang dari beberapa lubangnya neraka,dan ada kalanya merupakan taman dari
taman-taman jannah(surga).” {H.R Attirmidzi}.
Dan “Sesungguhnya seringkali dibukakan kepada kuburnya orang yang
disiksa 70 pintu dari jahannam.” Seperti yang dibawa oleh beberapa chadist,maka
; jika Abd benar-benar celaka, tidak terlepas ruh ‘Abd,kecuali benar-benar
telah turun bala dengan sebab su_ul khotimah. Perbedaan macam-macam siksa hanya
sebab berbedanya waktu-waktu. Maka ada pertanyaan dari Munkar dan Nakir ketika si
mayit diletakkan dalam kubur,dan penyiksaan setelah pertanyaan (bagi yg tidak
bisa menjawab), selanjutnya pendebatan dalam chisab (chisabnya sangat diperinci,ditundes-tundes),
dan pembukaan aib (dibuka semua aib yg telah dilakukan didunia,misal: aib
mencuri, aib selingkuh, aib zina dan semuanya) di hadapan perkumpulan dari
semua yang menyaksikan di hari kiamat. Selanjutnya setelah itu adalah bahayanya
jembatan (shiroth) dan ketakutan dari malaikat zabaniyah (bertugas menyiksa di neraka).
Dan semua macam siksa yang telah dijelaskan dalam chadist-chadist. Maka
terus-menerus Si celaka (orang yang mati su_ul khotimah) berkutat dalam semua
keadaanya diantara bermacam-macam siksa. Dia (Si Celaka) dalam kesemua keadaan adalah
di siksa, kecuali Alloh melimpahkan rochmatNya.
Janganlah kamu berprasangka bahwa “Tempat Iman” akan dimakan
oleh tanah. Yang ada, tanah akan memakan semua anggota badan dan mencerai-beraikannya
sampai tibalah ketetapan, maka dikumpulkanlah semua bagian tubuh yang telah
hancur tercerai-berai dan dikembalikanlah “Ruch” yang menjadi tempat iman. Dan
sungguh ruh ini dari waktu mati sampai dikembalikan ke badannya ada kalanya
berada di “Telih (tempat menyimpan makanan di dekat tenggorokan) nya
Burung-burung yang hijau yang digantungkan di bawah ‘Arsy. Itu jika ruh
beruntung/bebahagia (mati chusnul khotimah). Dan ada kalanya berbeda berlawanan
dengan keadaan ini jika ruh celaka (mati suul khotimah), dan minta perlindungan
itu kepada Alloh ‘azza wa jalla.
( bersambung.................... insyaAllohu ta’ala.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar