Total Tayangan Halaman

Rabu, 19 Oktober 2011

SUUL KHOTIMAH BAG. KE-2


Kelanjutan Makna SU_UL KHOTIMAH dari Kitab ICHYA hal 171.
Fain qulta (maka jika kamu berkata): “Apa yang telah engkau terangkan (yaitu su_ul khotimah) itu menuntut  kesegeraan siksa neraka kepada si mati tidak lama setelah kematiannya.  Maka bagaimana keadaan si mati, sedang siksa neraka itu diakhirkan sampai datangnya kiamat dan masih ditunda dalam waktu yang panjang ini?”
(Jawab Imam ghozali:) Ketahuilah ! Sungguh setiap orang yang mengingkari siksa qubur,maka orang itu adalah ahli bid’ah dan terhalang dari cahaya Alloh ta’ala dan dari cahaya Al Qur_an dan dari cahaya iman. Bahkan qoul yang sohih menurut  Orang-orang yang mempunyai bashiroh (penglihatan hati) adalah apa yang disohihkan oleh beberapa Chadist. Chadistnya adalah: “Sungguh liang lahat itu adakalanya merupakan lubang dari beberapa lubangnya neraka,dan ada kalanya merupakan taman dari taman-taman jannah(surga).” {H.R Attirmidzi}.  Dan “Sesungguhnya seringkali dibukakan kepada kuburnya orang yang disiksa 70 pintu dari jahannam.” Seperti yang dibawa oleh beberapa chadist,maka ; jika Abd benar-benar celaka, tidak terlepas ruh ‘Abd,kecuali benar-benar telah turun bala dengan sebab su_ul khotimah. Perbedaan macam-macam siksa hanya sebab berbedanya waktu-waktu. Maka ada pertanyaan dari Munkar dan Nakir ketika si mayit diletakkan dalam kubur,dan penyiksaan setelah pertanyaan (bagi yg tidak bisa menjawab), selanjutnya pendebatan dalam chisab (chisabnya sangat diperinci,ditundes-tundes), dan pembukaan aib (dibuka semua aib yg telah dilakukan didunia,misal: aib mencuri, aib selingkuh, aib zina dan semuanya) di hadapan perkumpulan dari semua yang menyaksikan di hari kiamat. Selanjutnya setelah itu adalah bahayanya jembatan (shiroth) dan ketakutan dari malaikat zabaniyah (bertugas menyiksa di neraka). Dan semua macam siksa yang telah dijelaskan dalam chadist-chadist. Maka terus-menerus Si celaka (orang yang mati su_ul khotimah) berkutat dalam semua keadaanya diantara bermacam-macam siksa. Dia (Si Celaka) dalam kesemua keadaan adalah di siksa, kecuali Alloh melimpahkan rochmatNya.
Janganlah kamu berprasangka bahwa “Tempat Iman” akan dimakan oleh tanah. Yang ada, tanah akan memakan semua anggota badan dan mencerai-beraikannya sampai tibalah ketetapan, maka dikumpulkanlah semua bagian tubuh yang telah hancur tercerai-berai dan dikembalikanlah “Ruch” yang menjadi tempat iman. Dan sungguh ruh ini dari waktu mati sampai dikembalikan ke badannya ada kalanya berada di “Telih (tempat menyimpan makanan di dekat tenggorokan) nya Burung-burung yang hijau yang digantungkan di bawah ‘Arsy. Itu jika ruh beruntung/bebahagia (mati chusnul khotimah). Dan ada kalanya berbeda berlawanan dengan keadaan ini jika ruh celaka (mati suul khotimah), dan minta perlindungan itu kepada Alloh ‘azza wa jalla.
( bersambung.................... insyaAllohu ta’ala.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar