KEUTAMAAN BULAN DZIL HIJJAH
بسم الله الرحمن الرحيم
والفجر وليال عشر والشفع والوتر والليل إذا يسر هل فىى ذٰلك قسم لذى حجر... الأية
Artinya: "Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh, demi yang genap dan demi yang ganjil, demi malam bila telah lewat, apakah dalam yang demikian itu ada sumpah bagi orang yang berakal..." (al ayah)
Dari Hasan Bin Aly dia berkata: “Apa bila engkau masuk ke masjid, maka
bersalamlah kepada Nabi ‘alaihish sholatu wassalam, karena sesungguhnya
Rosululloh ‘alaihi sholatu wassalam telah bersabda: “Janganlah kamu sekalian
menjadikan rumahku Hari raya, dan jangan pula kamu sekalian menjadikan rumah
rumahmu sebagai kuburan, bahkan bacalah olehmu sekalian sholawat untuk saya
dimanapun kamu sekalian berada. Karena sesungguhnya solawatmu itu sampai kepada
saya”.”
Sobat,,telah datang bulan yang dimuliakan Alloh ‘azza wajalla yaitu bulan
Dzil hijjah. Diriwayatkan: “ Sungguh
Alloh ta’ala telah memilih tiga sepuluh dari satu tahun;
1. Sepuluh hari
terahir dalam bulan romadhon.
2. Sepuluh hari Bulan Dzilhijjah (bulan kurban), karena didalamnya
terdapat hari tarwiyah , hari ‘arofah dan hari kurban.
3. Sepuluh hari bulan muharrom. Karena didalamnya terdapat berapa berkah
dari ‘asyuro.
Dalam sebuah chadist:
من صام
يوم عرفة من ذى الحجة كتب الله تعالى له صيام ستين سنة. وكتبه الله من القانتين
Al murod: “Barang siapa berpuasa di hari ‘arofah dari bulan dzilhijjah,
maka Alloh ta’ala mencatat baginya pahala puasa enam puluh tahun, dan dicatat
oleh Alloh termasuk golongan orang orang yang bertaat.”
Sabda Nabi Ashsholatu ‘alaihi wassalam
ما من ايام احب الى الله ان يعبد فيها من
عشر ذى الحجة يعدل صوم كل يوم منها صيام سنة وقيام كل ليلة منها قيام ليلة القدر
Almurod: “Tidak ada hari-hari yang lebih disukai oleh Alloh dikala Dia
disembah dari pada sepuluh hari pada bulan Dzilhijjah; berpuasa setiap hari
dari padanya sebanding dengan puasa setahun. Dan berdiri mengerjakan sholat
setiap malam dari padanya sebanding dengan solat pada malam lailatul qodar.”
Dalam sebuah chadist diterangkan bahwa Nabi Musa as berkata: “Wahai
Tuhanku, aku telah berdoa dan Engkau belum mengabulkan do’aku; maka berilah aku
suatu ilmu untuk berdoa kepadamu.”
Alloh memberi wahyu: “Hai musa,apabila kamu telah masuk dalam hari hari
yang sepuluh dari bulan dzilchijjah, bacalah: لا اله الا الله (tidak ada Tuhan kecuali Alloh), maka aku kabulkan hajatmu”.
Kata Musa as(Biasa pemimpin bani israel waktu itu jg suka
bertanya,ndebat): “Tuhanku, semua hambaMu sudah membacanya”.
Firman Alloh: “ Hai musa, barang siapa membaca لا اله الا الله pada hari ini (hari sepuluh dzulhijjah) sekali saja , sekiranya
7 langit dan 7 bumi diletakkan dipiring timbangan dan لا اله الا الله dipiring yang satunya, niscaya dia لا اله الا الله itu lebih berat dan berbobot mengalahkan semuanya”.
Dalam sebuah hadist yg panjang ( ora tek tulislah,kesel jg,trus lama)
almuroduh:
“ Diriwayatkan oleh ibnu Abbas dari Nabi SAW,bahwa sesungguhnya beliau
bersabda:
” Hari disaat mana Alloh
mengampuni Nabi Adam as adalah hari pertama bulan dzulhijjah, barang siapa
berpuasa hari itu maka Alloh mengampuni segala dosanya.
Pada hari ke 2, الله تعالى mengabulkan doa Nabi Yunus as dan
mengeluarkannya dari perut ikan. Siapa
saja yang puasa di hari itu maka seperti orang yang beribadah
kepada الله تعالى selama satu tahunserta tidak mendurhakai الله تعالى dalam ibadahnya meskipun
sekejap mata.
Pada hari ke 3; الله تعالى mengabulkan doa Nabi Zakariya as. Siapa saja yang puasa di hari
itu, maka الله تعالى mengabulkan doanya.
Pada hari ke 4; Nabi Isa as dilahirkan. Siapa saja yang berpuasa pada
hari itu maka الله تعالى menghilangkan kesusahanya dan kefakirannya, dan dia kelak di
hari kiamat bersama orang orang yang pergi yang baik baik dan yang sama mulia.
Hari ke 5; Nabi musa as dilahirkan. Siapa saja yang berpuasa di hari
ini, maka الله تعالى membebaskan dia dari kemunafikan dan siksa kubur.
Pada hari ke 6; الله تعالى telah membuka kebaikan untuk NabiNya. Siapa yg
berpuasa di hari itu maka الله تعالى memperhatikannya denga kasih sayang dan dia tidak disiksa
sesudah itu.
Pada hari ke 7; Semua Pintu
jahannam ditutup dan tidak dibuka sehingga berlalu hari yang sepuluh itu. Siapa
yg berpuasa dihari tersebut, maka الله تعالى menghindarkan daripadanya tiga puluh pintu kesukaran dan
membukakan baginya tiga puluh pintu kemudahan.
Pada hari ke 8 dinamakan Hari Tarwiyah. Siapa puasa dihari ini maka diberi
pahala yang hanya diketahui oleh الله تعالى sendiri.
Pada hari ke 9 dinamakan hari ‘Arofah. Siapa berpuasa dihari ini maka
sebagai tebusan dosanya pada tahun yang telah lewat dan yang akan datang. Dan
pada hari itu juga telah diturunkan ayat: “ Pada hari ini telah Aku sempurnakan
bagimu agamamu dan Aku sempurnakan pula nikmatKu kepadamu”.
Pada hari ke 10; Siapa saja yang berkurban dengan suatu kurban, maka
mulai tetesan tetesan darah yang terjatuh di tanah, الله تعالى mengampuni semua dosanya dan dosa dosa keluarganya, dan siapa
saja yang memberi makan orang mu’min atau bersedekah dengan suatu pemberian,
maka الله
تعالى membangkitkannya pada
hari kiamat dengan selamat dan timbangannyapun menjadi lebih berat dari pada
gunung uhud.”
Qola Sunan: “ Sungguh banyak lagi riwayat yang belum ingsun tulis, nanging
ingsun cukupke semanten. Marilah kita berpuasa walau hanya satu hari saja
dihari yg utama tadi. Semoga bermanfaat. Amin.”
